08 Jan 2026
Ia sudah tidak ingat persis berapa lama ia tinggal di kota ini.
Awalnya datang ke sini hanya karena pekerjaan, lalu pindah divisi, pindah tempat tinggal, radius kehidupannya terus meluas. Nama kotanya tidak berubah, tapi hari-harinya terus bergerak.
Motor itu, hampir selalu menemaninya melewati setiap transisi.
Saat pertama kali pindah rumah, kardus-kardus terikat di jok belakangnya; di malam-malam lembur, motor itu menunggunya di depan pintu kantor; saat mendadak terima kabar pindah kerja, motor itu membawanya menyusuri jalanan yang akrab sekaligus asing.
Seringkali, ia bahkan tidak bisa membedakan, apakah ia yang memilih kota ini, atau kota ini yang mendorongnya terus maju.
Hingga saat pergantian pekerjaan terakhir, baru kali ini ia benar-benar merasakan bahwa ritme hidupnya telah berubah.
Pekerjaan baru tidak lagi menuntut perjalanan lintas wilayah setiap hari, tidak perlu lagi berangkat pagi buta demi mengejar waktu. Hidup yang tadinya padat oleh pergerakan, tiba-tiba menyisakan ruang kosong yang hening.
Motor itu masih terparkir di tempat lama, tapi kunci motornya kini lebih lama terdiam di dalam laci.
Perubahan ini tidak serta-merta membawa keputusan, hanya membuatnya mulai berpikir, apakah kehidupan selanjutnya masih membutuhkan pergerakan semacam ini.
Suatu malam, saat merapikan dokumen lama, ia menemukan kartu parkir yang sudah lama kedaluwarsa. Itu dari gedung kantor di kota lain, pintu masuk yang dulu ia lewati setiap hari.
Saat itu, ia tiba-tiba sadar, sebenarnya ia sudah lama meninggalkan kehidupan itu.
Bukan perpisahan yang dipaksakan, melainkan berlalu pergi tanpa disadari.
Ia tidak buru-buru menjual motor, juga tidak segera mengambil tindakan apa pun. Hanya sekadar membuka ponsel, dan melakukan satu kali valuasi motor online.
Bukan demi transaksi, melainkan ingin memastikan, di mana posisi perjalanan yang telah menemaninya banting tulang bertahun-tahun ini dalam realitas.
Proses pengisian data berlangsung tenang. Kondisi motor, tahun, kilometer, setiap butirnya seolah sedang meninjau kembali jalan yang telah ia lalui.
Saat hasil valuasi muncul, ia tidak terkejut.
Angka itu tidak terlihat seperti titik akhir, melainkan lebih seperti pengingat, mengingatkan dia bahwa hidup yang penuh pergerakan ini sudah sampai di tempat di mana ia bisa berganti baris.
Beberapa hari berikutnya, ia sengaja mengamati hidupnya sendiri.
Tanpa motor itu, pagi hari tetap tepat waktu; tidak lagi sering berpindah, hidup justru semakin stabil.
Ia mulai mengerti, bagi dirinya, makna sesungguhnya dari valuasi motor online bukanlah soal harga, melainkan sebuah konfirmasi.
Konfirmasi apakah dirinya benar-benar siap, meninggalkan kondisi yang terus-menerus sibuk berlarian itu.
Motor itu telah menyelesaikan perannya dalam hidupnya; dan ia, juga sudah siap menggunakan cara yang berbeda, untuk terus melangkah maju.
Setelah bertahun-tahun banting tulang di antara kota, ia tidak membubuhkan titik akhir untuk masa lalunya, hanya dengan lembut, melalui satu kali valuasi motor online, menambahkan sebuah titik koma dalam hidupnya.